Senin, 20 Oktober 2014

Pesantren untuk Indonesia.

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan keislaman tertua ditanah air. Dirintis sejak masa wali songo, pesantren secara teratur terus menelurkan tokoh-tokoh penting negeri ini mulai dari KH Hasyim Asy’ari, KH Wachid Hasyim, KH Wahab Chasbullah, KH Abdurrohman Wahid, dan masih banyak lagi.

Hal ini dikarenakan pesantren -apapun itu baik yang jelas-jelas menggunakan kata pondok ataupun hanya boarding school namun tetap menjadikan pendidikan keagamaan sebagai dasarnya- memiliki banyak nilai-nilai unik yang setiap hari dibiasakan atau bahasa kerennya ditarbiyahkan kepada para santri sehingga ketika keluar mampu menjadi pribadi yang mumtaz atau sempurna dari aspek agama –hablum minallah- akan tetapi tetap jayyid atau bagus dalam bersosialisasi –hablum minannas-. Nilai-nilai itu antara lain Kejujuran, multikulturalisme, toleransi, saling menghargai, leadership, dan lain sebagainya yang menempa para santri dalam kehidupan sehari-harinya.

Namun ironisnya sobat, masyarakat Indonesia umumnya masih sungkan untuk membuka diri akan pesantren. Justru malah komentar sinis, hingga pandangan sebelah mata yang terlontar tiap kali mendengan kata pesantren. Padahal pesantren lebih dari itu, tak sekedar shalawatan atau yasinan. Di pesantren kita diajarkan akan nilai-nilai keislaman yang hakikatnya kamil dan syamil, yaitu sempurna dan menyeluruh, jadi gak hanya pokok-pokok ibadah saja, namun juga hubungan dengan sesama manusia juga diajarkan, seperti prinsip multicultural, toleransi, saling menghargai, berbagi, dan sebagainya. Padahal nilai-nilai seperti tadi yang harusnya die-ejawantahkan di tanah Indonesia, dan pesantren telah memberikan gambaran bagaimana seharusnya pembumian nilai-nilai tadi.


Lantas mengapa dengan begitu banyaknya pesantren di Indonesia, namun perubahan itu belum juga terasa benar? Antara lain ialah karena belum massifnya pembumian nilai-nilai tadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan disini, Fatah akan sedikit mengajak sobat sekalian untuk memahami nilai-nilai kepesantrenan tadi untuk dapat diejawantahkan dalam kehidupan.

so, here we go :)

0 komentar:

Posting Komentar

 
;